MATERI? PIKIRKAN LAGI
Disiang hari digedung D3 lantai 2, saya melakukan UTS untuk
mata kuliah Pengantar Ekonomi Mikro yang menurut saya cukup sulit dibandingkan
dengan contoh soal yang diberikan Dosen dihari sebelumnya. Aku duduk di samping
jendela sehingga aku dapat melihat keluar
dengan jelas. Aku sudah menyerah
untuk mengerjakan soal soal yang menurutku terlalu sulit untuk aku
kerjakan saat itu. Aku bersandar pada
dinding dan melihat keluar jendela, memperhatikan pohon pohon kelapa menari
riang bersama angin yang datang. Aku merenung sejenak, apakah semua Mata kuliah
ini penting? Apakah semua mahasisawa memang mampu untuk mempelajari mata kuliah
mata kuliah tersebut? Ini bangku kuliah, mata kuliah sudah dijuruskan ke arah
jurusan masing masing. Lalu bagaimana dengan SMA? Apakah mereka harus menguasai
seluruh pelajaran yang disusun dalam kurikulum tertentu? Apakah itu bisa? Bisa,
namun tak semua siswa dapat melakukannya. Tidak semua siswa menyukai semua
pelajaran, karena setiap siswa memiliki kemampuannya masing masing.
Teringat aku dengan seorang temanku di salah satu MAN dikota
Kediri, dia dimarahi habis habisan oleh orangtuanya karena dia mendapat nilai
merah dalam rapornya. Temanku dituntut untuk menguasai seluruh mata pelajaran
oleh orabgtuanya karena orangtuanya dulu adalah juara kelas.
Wahai orangtua jangan menjatuhkan mental anak kalian hanya
karena anak kalian tidak pandai dalam kelas. Mungkin dia memiliki bakat lain. Dan
sukses tidak melulu tentang juara kelas, tapi masih ada banyak jalan menujunya.
Didalam sebuah kelas tidak hanya terdapat seorang calon guru
yang harus menguasai setiap materi, tetapi ada seorang calon senima yang butuh
kanvas bukan kimia. Ada seorang calon atlet yang lebih senang dengan latihan
fisik dan bukan fisika. Ada seorang calon musisi yang tak perlu belajar
matematika. Ada calon fotografer handal yang memiliki sudut pandang berbeda dan
tak butuh yang namanya biologi.
Yang siswa butuhkan hanyalah support dari kalian wahai
orangtua, jangan menjatuhkan mentalnya. Tapi supportlah dia agar mereka lebih
semangat untuk mengejar apa yang menjadi bakatnya, bukan mengejar apa yang tak
disukainya.
Jangan pernah menganggap ikan adalah hewan yang bodoh hanya
karena ikan tak bisa memanjat.
-ST-

0 komentar:
Posting Komentar