HANYA AKU
pagi ini
aku duduk terdiam disebuah cafe pustaka
ditemani suara merdu sang kutilang
dan juga angin yang menari dengan riang
sambil minum secangkir kopi susu aku teringat
teringat akan dia yang sedang melayang di langit hati
teringat dia yang bersenyum tipis
dengan mata yang terlihat manis
akankah kau kemari?
temani aku yang sendiri?
seperti janji mu yang kemarin?
satu teguk kopi ku nikmati lagi
nampak seorang yang sedang kunanti
berjalan sendiri
dengan begitu rendah hati
duduk didepan diri
dengan mata indah yang kupandangi
lontarkan senyum tipis yang di miliki
membuatku semakin tak tahu diri
dan mata itu
senyum itu
yang selalu berhasil
membuatku semakin jatuh hati setiap harinya
tapi hanya aku
kamu tidak
Malang, 4 November 2016
-ST-

0 komentar:
Posting Komentar