Optimistis dan Realistis

No Comments


Optimistis dan Realistis

kupikir aku adalah matahari yang selalu terbit menyapa pagimu
namun ternyata aku hanya sebuah lilin kecil disebuah pagimu

kuyakin, aku adalah bulan yang kan menerangi malam indahmu
tapi ternyata aku hanya sebuah lampu redup di malam indahmu

harapku, aku adalah senja yang akan menghias langit soremu
nyatanya aku hanya mendung dilangit soremu

anganku, aku adalah fajar yang selalu setia temani pagimu
ternyata aku hanya goresan tak berarti di sebuah pagimu

inginku, aku menjadi pelangi yang mewarnai indah setiap harimu
tapi nyatanya warnaku terlalu pudar untuk harimu

mimpiku, aku adalah lagu indah yang menenangkan jiwamu
nyatanya aku hanya nada nada sumbang ditelingamu

aku ingin jadi hujan yang dapat membasahi hati keringmu
tapi aku hanya setetes air diluasnya gurun hatimu

yakinku, aku adalah samudra luas di hidupmu
ternyata aku hanya segelintir parit di langit fikirmu

keyakinanku, aku adalah bintang yang selalu menghiasi langit malammu
tapi ternyata aku hanya setitik debu di langit angkasa mu

Optimisku aku adalah kenyataan yang Indah bagi dirimu
Realistisku aku hanyalah sebuah Fatamorgana di hidupmu   

waktu menamparku pelan
menyadarkan ku dari Optimistis menuju Realistis

Dan pada akhirnya
waktu akan selau menunjukkan
kapan harus bersikap Optimistis
dan kapan harus bersikap Realistis

Malang, 21 Nov. 16
-ST-

0 komentar:

Posting Komentar