Saputangan Merah

No Comments

Saputangan Merah

Kriing…
Bunyi bel istirahat pun berbunyi.
Aku keluar kelas dan melihat ada seorang perempuan berada di dekat pintu dan bertanya kepadaku
“Rika ada?”
Aku tatap matanya sebentar aneh…aku melihat ada yang aneh dimatanya.
“Rika? Ada didalam” sahutku, sebentar aku panggilkan
“Rik….ada yang cari nih” teriakku dari depan pintu
Tak lama kemudian novia keluar dari kelas.
“siapa?” Tanya novia kepadaku…
Belum sempat aku menjawab perempuan itu sudah berkata
“hey Rik, gimana acara yang kemarin? Jadikan?” kata perempuan tersebut
Mereka membicarakan sesuatu yang aku tak mengerti.
Aku menuju kursi disamping pintu kelasku dan duduk disana.
Aku melihat mata perempuan tadi saat berbicara dengan Rika.
Ada yang aneh, ada yang berbeda dari dia pikirku.
Aku biasa mengamati orang orang disekitarku dan melihat kepribadian seseorang dari matanya.
Belum pernah aku melihat mata seindah itu.
Mata yang aneh, mata yang menyinarkan sesuatu. Tapi apa yang disinarkan perempuan ini? Aku tak tau.

“eh, kamu kok ngeliatin aku terus sih?” kata perempuan itu. Dan membuatku tersadar dari lamunanku.
“eh kamu sadar ya? Sori sori :D” kataku cengengesan.
“alah…biarin aja anak ini…emang suka ngeliat mata orang gak jelas gitu” jelas Rika.

Akhirnya perempuan itu pergi bersama Rika untuk membeli makanan dikantin sekolah.

Sambil tetap duduk di kursi aku berfikir. Biasanya jika orang yang ku tatap matanya mereka hanya berani membatin didalam hatinya dan tak berani berkata langsung padaku. Itupun membuatku semakin penasaran dengan perempuan itu.
Ada apa dengan matanya? Ada apa didalam dirinya? Pertanyaan yang membuatku tak berkonsentrasi belajar pada hari itu.

Kring….kring…kring…kring…
Bel berbunyi 4 kali, itu tandanya jam pulang telah tiba…
Aku segera mengemasi barang barangku dan segera berpamitan dengan teman temanku, dan bergegas pulang.

Sampai dirumah, seperti biasa tidak ada orang dirumah. Orangtuaku selalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan akupun sering sendiri dirumah dan sedikit kesepian sih….mungkin itu alas an aku sering memperhatikan mata seseorang…karena aku kesepian. Dan caraku menghibur diri? Ya melihat mata orang haha…


Sesampai dirumah aku langsung menuju ketempat tidurku. Aku segera mengaktifkan handphoneku dan bergegas mengganti pakaianku.

Aku berbaring ditempat tidurku dan berfikir sejenak tentang apa yang telah kulihat tadi.
“Ahsudahlah” tidur saja…


Senin pagi, aku berangkat ke sekolah dengan semangat yang cukup tinggi dan garis bibirku penuh dengan senyuman.
Aku pergi kesekolah dengan menggunakan sepeda motorku satu satunya.

Sesampainya di sekolah aku memarkirkan kendaraanku di tempat parkir siswa.
Tanpa sengaja aku bertemu perempuan itu lagi, dan dia berkata
“eh kamu …yang liatin aku kan “ sambil tersenyum dn mata yang bercahaya.
“eh iya” sambil sedikit nyengir aku melihat nama identitas yang berada diseragamnya.
Ternyata namanya Rere Rinawati.

Sampai dikelas aku menjadi tambah berada didalam kebingungan. Ada apa dengan dia?
Aku terus memikirkan dia selama pelajaran dimulai sampai berakhir.


Kring….kring…kring…kring…
Aku bergegas pulang. Sesampai rumah ku aktifkan handphone ku dan ku buka facebook lewat hp ku.
Ku cari nama itu tetapi tidak kutemukan alamat facebooknya. Dan membuatku semakin penasaran ada apa dengan matanya.

keesokan harinya aku berangkat lebih pagi dari biasanya karena kedua orang tuaku juga harus pergi pagi pagi, daripada aku sendiri dirumah aku putuskan untuk berangkat lebih pagi dari biasanya.

Pagi itu aku mencoba mengambil rute berbeda untuk menuju kelasku, aku mengambil rute yang melewati lorong sekolahku dan melewati juga kelas rere berada.

Langkah demi langkah aku lewati menuju kelas rere. Sesampainya didepan kelas rere aku berhenti aku melihat sejenak kedalam kelas tersebut. Terlihat seorang wanita sedang memegang saputangan berwarna merah dan meneteskan air mata. Aku sangat kaget, ternyata wanita tersebut adalah Rere.
“Re?” Sapaku.
“eh …kamu…ada apa?” sambil mengelap air matanya dan kemudian tersenyum kepadaku.
“kamu kenapa?” tanyaku penasaran
“gpp kok tadi hanya kelilipan saat mengendarai motor” dia menjawab sambil tersenyum.
“bener?” tanyaku menyelidik.
“bener kok” jawab rere masih dengan senyum yang sama pandangan yang sama
“ohh…yaudah kalau gitu aku kelas dulu ya..”kataku
“iyap” jawab rere singkat.

Meskipun Rere berkata matanya hanya kelilipan saat berkendara, aku tak percaya sedikitpun dengan kata kata itu, karena mata dan pandangannya terlihat berbeda dengan yang pernah kutemui sebelumnya.
Dia membuatku semakin penasaran.

Sepulang sekolah
Aku melihat rere duduk disamping gerbang depan sekolahku.
Rasa penasaranku, rasa ingin tahuku membuatku memberanikan diri untuk mendekatinya dan mengajak bicara empat mata dengan rere.
Rere pun tak keberatan dengan itu.
“re, tadi pagi kamu kenapa menangis?” tanyaku.
“kelilipan kok” jawabnya singkat.
“re, aku tau kamu bohong. Matamu tadi pagi tak seindah mata yang kutatap pertama kali didepan kelasku” jelasku.
“haha…susah ya sembunyi dari detective” jawabnya dengan nada agak meledek.
“saat pertama aku melihatmu, melihat sesuatu yang aneh dimatamu, sesuatu yang memancar indah keluar dari matamu. Tapi aku yakin ini bukan cinta. Aku penasaran dengan cahaya itu re” kataku panjang lebar.
“kamu orang yang paling memperhatikanku “ jawabnya singkat.
“kamu kenapa re?” tanyaku lagi.
Dia hanya diam dan memberiku satu saputangan berwarna merah.
Dan dia pergi dengan satu kalimat.
“kalau kamu bisa membaca mataku, kamu juga akan bisa membaca saputangan ku.”

 Aku lihat saputangan berwarna merah itu.
Awalnya aku tak mengerti apa yang dimaksut rere.
Ternyata diujung saputangan itu ada tulisan kecil berwarna putih yang bertuliskan.

“Berikan senyum terbaikmu kepada dunia”
“berikan pandangan yang indah pada dunia”
“dari ayah untuk Rere”
“28 Maret 2008”

Pesan terakhir ayahnya.

-ST-



0 komentar:

Posting Komentar